3 Tahap Awal Memulai Bisnis Properti

bussiness property

Apakah selama ini Anda memiliki modal namun belum tahu hendak menginvestasikannya kemana?

Sebaiknya, jika Anda memiliki modal yang besar maka Anda bisa mulai untuk berpikir mendirikan sebuah usaha yang memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga nantinya modal Anda bisa terus berkembang dan berputar.

Meski saat ini Anda sudah bekerja di sebuah perusahaan misalnya, namun Anda tetap lebih baik jika memiliki sebuah usaha yang dapat menunjang hari tua Anda nanti.

Sekarang ini kita memang harus selalu berpikir tentang masa depan, sebab kita tidak tahu seperti apa keadaan di masa yang akan datang nanti dan jika kita tidak memiliki persiapan apapun maka kita bisa kesulitan nantinya.

Salah satu bisnis yang menjanjikan adalah bisnis properti. Mengapa bisnis properti? Sebab bisnis ini merupakan bisnis yang bisa cukup bertahan lama jika Anda bisa secara konsisten mengembangkannya dan mempertahankannya.

Semua orang butuh hunian yang layak dan jika melihat pertumbuhan populasi manusia yang terus menerus bertambah, maka permintaan akan properti dan rumah akan semakin meningkat. Maka dari itu bisnis ini menjanjikan.

Namun, untuk memulai sebuah bisnis properti maka Anda harus siap mengeluarkan modal yang besar. Pikirkan dengan matang sebelum Anda benar-benar akan terjun di dunia bisnis properti.

Sebelum Anda benar-benar terjun, maka Anda perlu tahu tahap awal untuk memulai bisnis properti, yakni sebagai berikut:

Baca Juga: Mengenal Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Guna Bangunan

 

1. Pilih Jenis Bisnis Properti

Ada dua jenis bisnis properti yang bisa Anda pilih, yang pertama bidang investasi, artinya pada saat Anda memutuskan untuk menjadi investor dalam bidang properti maka tugas Anda hanyalah mengeluarkan uang untuk mensponsori dana pembangunan properti.

Nantinya setelah properti sudah jadi dan menghasilkan uang, maka keuntungan akan diberikan pada Anda. Keuntungan yang didapat nantinya tidak akan hanya dapat mengembalikan modal yang sudah Anda keluarkan di awal, namun juga bisa bertambah bahkan sampai dua kali lipat. Namun untuk itu, Anda tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Jenis bisnis yang kedua adalah developer, artinya Anda hanya menjadi pengembang properti saja berbekal pengalaman dan pengetahuan Anda, sehingga berdasarkan bekal yang ada tersebut Anda bisa mencari investor untuk mendanai pembangunan.

Baca Juga: 5 Kota Ini Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan TPU

 

bussiness property2. Penanaman Modal

Tahap berikutnya dari tahap awal memulai bisnis properti ini yaitu modal. Jenis bisnis apapun yang akhirnya Anda pilih pada saat hendak berbisnis properti maka Anda tetap harus melakukan penanaman modal sebagai langkah awal.

Karena bagaimana pun juga bisnis properti itu pasti membutuhkan modal awal sebagai pembukaannya. Persiapkan modal dengan sebaik-baiknya sebelum Anda betul-betul terjun ke bisnis properti.

Modal bisa berupa modal atau aset Anda sendiri, atau modal dari konsorsium yang memiliki visi bisnis yang sama dengan Anda. Penanaman modal ini nantinya akan menjadi pondasi bagi Anda dalam menjalankan bisnis properti.

Baca Juga: 8 Penyedia Jasa Pembuatan Site Plan

 

3. Riset Lokasi

Tahap akhir setelah Anda memilih baik sebagai investor properti ataupun sebagai developer properti, maka Anda perlu melakukan pemilihan dan pengecekan lokasi. Jika Anda selaku investor, maka Anda dapat memberikan masukan terkait pilihan lokasi.

Namun jika Anda selaku developer properti, maka riset lokasi menjadi tugas Anda. Anda dapat memulai dengan melakukan beberapa riset kecil untuk memilih kira-kira mana lokasi yang cocok untuk Anda jadikan sebagai tempat pembangunan properti Anda nanti.

Tentunya lokasi menjadi hal yang amat sangat penting dalam bisnis properti. Lokasi yang strategis akan membuat bisnis properti Anda menjadi semakin bernilai tambah. Misalnya lokasi yang dekat dengan pusat keramaian serta mudah diakses tentunya menjadi pilihan lokasi yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai lahan pengembangan properti.

Hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan harus Anda catat terlebih dahulu sehingga berdasarkan catatan Anda tersebut nantinya Anda bisa memilih lahan dan lokasi yang sesuai dengan kriteria properti yang telah Anda bayangkan sebelumnya.

Sekali lagi, lokasi merupakan hal penting yang perlu Anda pertimbangkan saat hendak memulai bisnis properti. Mungkin saja Anda perlu mencari informasi dari dinas terkait di pemerintah kabupaten/kota yang menjadi incaran pengembangan properti Anda.

Dari dinas terkait tersebut Anda bisa minta informasi rencana pengembangan kawasan permukiman dari suatu kabupaten/kota, biasanya berupa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), yang notabene menjadi buku pedoman bagi pemerintah di kabupaten/kota tersebut dalam mengembangkan wilayahnya.

Baca Juga: Kasus Agung Podomoro, Indikasi Rencana Tata Ruang Rawan Pesanan

Itulah beberapa tahap awal dalam memulai bisnis properti yang mesti Anda ketahui[ppc]

 

Sumber gambar: planeacionibero.files.wordpress.com

Be Sociable, Share!

6 thoughts on “3 Tahap Awal Memulai Bisnis Properti”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.