Mengenal Jenis Pajak Properti

Tidak dapat dipungkiri bahwa properti memang selalu menjadi primadona dari instrumen investasi yang paling menjanjikan di masa depan.

Jenis properti seperti rumah, apartemen, ruko, ataupun kavling, semuanya menjadi instrumen investasi yang bisa Anda beli.

Namun, ketika membicarakan tentang properti, ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang, yaitu mengenai pajak properti.

Baca juga: 3 Tahap Awal Memulai Bisnis Properti

Cukup disayangkan memang bahwa banyak orang yang belum menyadari perihal pentingnya pajak properti.

Padahal masalah pajak merupakan suatu hal yang harus Anda cermati dan urus agar tidak menjadi masalah bagi Anda dikemudian harinya apalagi mengenai properti yang notabenenya selalu memiliki nilai aset yang tinggi.

Berikut ini merupakan ulasan mengenai pajak dari properti yang harus Anda ketahui.

Mengenal Definisi Pajak

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pajak properti agaknya Anda harus terlebih dahulu memahami mengenai definisi pajak dan pentingnya pajak itu sendiri.

Jadi secara umum, pajak dapat diartikan sebagai sebuah bentuk dari pungutan atau iuran wajib yang harus dibayarkan secara rutin oleh rakyat kepada negara.

Ketika sudah masuk ke dompet negara, pajak hasil pembayaran dari rakyat tersebut kemudian akan digunakan oleh pemerintah dalam mengelola segala keperluan negara baik dari segi sarana prasarana seperti kesehatan, pendidikan, dan juga insfrastruktur yang dibangun demi kepentingan masyarakat banyak seperti jembatan ataupun jalan raya.

Baca juga: Tips Saat Membeli Apartemen Untuk Investasi

Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat tersebut akan menjadi salah satu sumber dari pendapatan negara yang akan menambah pundi-pundi kas negara.

Maka dari itulah peran pajak tergolong sangat penting untuk menopang negara, khususnya dari segi keuangan nasional yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan umum, bukan pribadi.

Seperti pajak properti, sebagai warga negara yang baik kita diwajibkan membayar pajak yang telah dibebankan kepada kita sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan pemerintah.

Selain itu, pajak juga harus dikelola dengan baik oleh pemerintah agar pajak yang telah masuk bisa digunakan sepenuhnya bagi kemakmuran rakyat.

Jenis Pajak Properti yang Harus Anda Ketahui

Salah satu jenis pajak yang harus dibayar oleh warna negara Indonesia adalah pajak properti.

Pajak ini merupakan pajak yang harus kita bayarkan kepada pemerintah melalui instansi pembayaran pajak agar properti yang kita miliki seperti rumah, apartemen, dan sebagainya bisa kita gunakan tanpa harus tersandung masalah hukum karena belum membayar pajak.

Ada beberapa jenis pajak properti yang perlu untuk Anda ketahui. Jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Jenis pajak properti yang pertama adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak ini merupakan pajak yang akan dikenakan kepada properti yang kita miliki baik yang meliputi bentuk tanah, ataupun properti yang telah dikembangkan menjadi berbagai macam bentuk bangunan seperti apartemen, rumah, ataupun ruko.

Dasar dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini telah secara jelas diatur di dalam Pasal 6 Undang-Undang No. 12 Tahun 1985 jo. Undang-Undang No. 12 Tahun 1994 jo. Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2002.

Pasal-pasal tersebut memuat mengenai dasar perhitungan dari PBB tersebut.

Baca juga: Beda Hak Guna Bangunan, Hak Milik, Dan Hak Guna Usaha

2.      Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Kemudian, jenis pajak properti kedua yang perlu untuk Anda bayar adalah Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Pajak ini dikenakan atas penjualan properti baik berupa penjualan bangunan rumah, apartemen, ruko, ataupun jenis lainnya.

Pajak ini akan dikenakan kepada pembeli properti dan dipungut oleh Penjual. Dengan catatan penjual tersebut merupakan Pengusaha Kena Pajak.

Baca juga: Tips Membangun Kos-kosan yang Menguntungkan

3.      Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Pajak ini merupakan jenis pajak properti terakhir yang perlu Anda ketahui.

Ini merupakan jenis pajak yang dibebankan untuk setiap pembelian rumah yang rumah tersebut termasuk dalam kategori mewah.

Selain rumah, kategori properti yang akan dikenakan PPnBM adalah apartemen, town house, kondominium, dan juga rumah mewah itu sendiri.

Dasar dari pajak properti ini adalah Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2003 yang mengatur tentang penjualan properti-properti mewah tersebut.

Dalam peraturan pemerintah tersebut juga dijelaskan bahwa tarif dari penjualan properti tersebut akan diambil sebesar 20%.

PPnBM akan dibebankan kepada developer atau pengembang unit properti tersebut.[pp]

Sumber gambar: Oxygen

Be Sociable, Share!

One thought on “Mengenal Jenis Pajak Properti”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.