Agung Sedayu Dan Agung Podomoro, Serupa Tapi Tak Sama

agung sedayu

Serupa Tapi Tak Sama

Menyimak nama perusahaan pengembang properti berbendera PT Agung Sedayu Group dan PT Agung Podomoro Group, mayoritas penduduk Indonesia dijamin pasti pernah mendengarnya. Kedua nama perusahaan pengembang properti tersebut telah malang melintang di jagad properti Indonesia.

Hampir setiap hari, atau lebih tepat pada setiap akhir pekan, iklan advertorial kedua perusahaan properti tersebut secara bergantian wara-wiri di televisi swasta dengan format blocking time, yang menampilkan Feni Rose sebagai host, serta narasumber dari pihak kedua perusahaan tersebut pada masing-masing iklannya.

Sudah banyak properti yang menjadi buah karyanya, baik kawasan hunian, komersial, maupun campuran (mixed use) dan tersebar di beberapa daerah, khususnya di kawasan Jabodetabek.

Namun ternyata, meski sama-sama memiliki nama depan Agung, dan sama-sama bergerak di industri properti, sejatinya mereka bukan berasal dari perusahaan yang sama, alias tidak saling berafiliasi.

Justru diantara mereka terjadi persaingan tingkat tinggi dalam merebut pangsa properti di Indonesia. Masing-masing juga gencar memasarkan properti melalui beragam cara, salah satunya melalui iklan advertorial di televisi yang menelan biaya tidak murah.

Nah, lebih jelas kapan berdiri dan seperti apa sepak terjang kedua perusahaan pengembang properti tersebut dalam merebut kue properti di Indonesia selama kurang lebih 4 dekade, berikut ini adalah sekilas infonya.

Baca Juga: Properti, Apakah Itu?

 

Agung Sedayu

marketplace realty by anjan chatterjeePT Agung Sedayu Group adalah salah satu perusahaan pengembang properti papan atas yang berdiri pada tahun 1971, dan saat ini berkantor pusat di Harco Electronic Superstore Building 4th Floor, Mangga Dua, Jakarta.

Berawal dari sebuah perusahaan kontraktor rumah pertokoan (ruko), secara perlahan berkat kerja keras seluruh jajarannya, Agung Sedayu tumbuh dan berkembang hingga mampu mengembangkan jangkauan pelanggan dan memperluas mitra usaha.

Salah satu momentum kejayaan Agung Sedayu, ketika sukses membangun Harco Mangga Dua pada tahun 1991 yang merupakan mal elektronik terintegrasi pertama di Indonesia dan membuktikan dirinya sebagai perusahaan pengembang properti papan atas di Indonesia.

Kesuksesan membangun Harco Mangga Dua, kemudian diikuti dengan kesuksesan lainnya melalui pengembangan beberapa residensial dan komersial berskala besar, seperti Taman Palem yang memiliki luas 200 hektar serta beberapa apartemen.

Agung Sedayu secara khusus mengembangkan properti sebagai solusi bisnis dan one stop living dengan menyajikan kenyamanan ideal bercampur dengan gaya hidup modern. Buah karyanya saat ini tersebar di berbagai daerah yang cukup bergengsi, baik di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, terdiri dari superblock, apartment, office tower, township, mall, hotel, industrial estate.

Salah satu one stop living dimaksud, yaitu Kelapa Gading Square yang merupakan proyek revolusioner dan kemudian dikenal sebagai salah satu hunian elit di Jakarta.

Beberapa proyek Agung Sedayu berupa city dan township diantaranya Green Village, Green Puri, Golf Residence at Kemayoran, River Valley Residence, Green Lake City, Golf Lake Residence, Grand Galaxy City, Puri Mansion, Senayan Golf Residence, Green Mansion, Grand Cibubur Country, dan Bukit Golf Mediterania.

Sementara untuk high risk building diantaranya, Green Sedayu Apartment, Sedayu City @Kelapa Gading, Puri Mansion Apartment, Menteng Park, Taman Anggrek Residences, The Mansion at Dukuh Golf Kemayoran, District 8 Lot 28 SCBD, Residence One at Serpong Boulevard, Ancol Mansion, Senayan Residence, The Mansion at Kemang, The Boulevard, City Resort Residence, Kelapa Gading Square.

Sedangkan untuk superblock dan commercial, Agung Sedayu membuahkan Mall of Indonesia, Grand Galaxy Park Mall, Dharmawangsa Square, Pasar Kemiri Muka, Sedayu Square, Sedayu City @Kelapa Gading, dan untuk industrial, Agung Sedayu menghadirkan Green Sedayu Biz Park Cakung, dan Green Sedayu Biz Park Daan Mogot.

Baca juga: Agung Sedayu Group Kembangkan Grand Galaxy City Di Kota Bekasi

 

Agung Podomoro

PT Agung Podomoro Group didirikan oleh Anton Haliman pada tahun 1969 dengan proyek pertamanya berupa kawasan perumahan di kawasan Simprug dan selesai dibangun pada tahun 1973.

Di tahun 1973 itu pula, Agung Podomoro Group menjadi pioneer konsep perumahan real estate di kawasan Sunter Jakarta Utara.

Pada tahun 1986, perusahaan diserahkan dan dipimpin oleh Trihatma Kusuma Haliman, yang kemudian sukses mengakuisisi PT Indofica Housing yang memiliki lahan luas di kawasan Sunter.

Baca juga: 5 Kota Ini Wajibkan Pengembang Sediakan Lahan TPU

Agung Podomoro juga sukses menambah dan melakukan pengembangan 17 hektar lahan sebagai bagian dari pengembangan sebelumnya seluas 500 hektar, sekaligus menandai pencapaian luar biasa pengembangan real estate di Jakarta, dan semakin mengokohkan kawasan Sunter sebagai salah satu kawasan eksklusif di Jakarta Utara.

Beberapa proyek properti sebagai buah karya Agung Podomoro diantaranya, untuk landed house yaitu Bukit Mediterania Samarinda, Podomoro City, Vimala Hills, Podomoro City Deli Medan, Borneo Bay Residences, Orchard Park Batam, SOHO @Podomoro City, SOHO Pancoran, South Jakarta, Baywalk Mall, Metro Park Residence, Grand Taruma.

Untuk apartemen mereka sedang menggarap Marina Mediterania Residences, dan The Peak @Sudirman.

Sedangkan untuk mixed-use, yang mereka garap diantaranya, Kalibata City, Seasons City, CBD Pluit Apartment, Blok M Square, Blok B Tanah Abang, Braga Citywalk Mall, Thamrin City.

Baca juga: Kasus Agung Podomoro, Indikasi Rencana Tata Ruang Rawan Pesanan [Hot News]

 

Salam ProfPerti![ppc]

 

Sumber Gambar : Flickr of Anjan Chatterjee

 

Be Sociable, Share!

5 thoughts on “Agung Sedayu Dan Agung Podomoro, Serupa Tapi Tak Sama”

  1. H. ERIZ ZAKARIA, M.Pd. says:

    lagi ngumpulin dananya …….. siap kerja sama yes ……..

    1. profperti says:

      Semoga berhasil dengan misinya Pak Eriz…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.