8 Sikap Mental Yang Harus Dimiliki Oleh Developer Untuk Menang

sikap-mental-developer-untuk-menang

Setelah melewati perjalanan panjang kehidupan, dengan segudang bekal yang dimiliki, Anda menjadi “PD” alias percaya diri untuk mewujudkan cita-cita menjadi developer properti yang sukses, yang karyanya mashyur seperti karya-karya Ciputra, Agung Sedayu, maupun Agung Podomoro. Nah, untuk bisa seperti itu, artikel 8 Sikap Mental Yang Harus dimiliki oleh Developer ini patut menjadi referensi bagi Anda.

Pertanyaannya, secukup apa bekal yang Anda miliki? Maksudnya, bukan bekal materi atau kapital yang Anda miliki lho ya, melainkan bekal diri Anda, karena hakikat kesuksesan dalam bisnis properti yang nantinya Anda bangun harus selaras dengan sikap mental ini.

Penasaran? Nih selengkapnya.

Sikap Mental Untuk Seorang Developer Properti

sikap-mental-yang-wajib-dimiliki-oleh-developer-properti

Berikut ini, 8 sikap mental yang wajib dimiliki oleh seorang developer, jika ingin sukses dalam jangka panjang. Anda bisa renungi satu demi satu dari ke-8 sikap mental ini agar bisa selaras dengan hati Anda, mana yang memang sudah ada, dan mana yang belum ada dalam diri Anda.

Untuk menemukan keselarasan tersebut, Anda bisa memilih waktu dan tempat yang menurut Anda tepat, agar proses perenungan dapat meresap ke jiwa Anda, dan semakin mudah dalam mengidentifikasinya.

Baik, kita langsung mulai dari yang pertama.

#1 Mempunyai Integritas yang tinggi

Dalam berbagai aspek kehidupan, integritas menjadi salah satu x-factor kesuksesan seseorang. Tolak ukurnya yaitu kata “integritas”, yang seolah memiliki nilainya sendiri yang kerap ditemui karena dituangkan dalam butir setiap persyaratan seperti pencarian jabatan publik.

Integritas yang lemah ibarat berjalan ditengah tebaran ranjau, tanpa pernah tahu letak persis ranjau-ranjau tersebut berada, apalagi sampai mematikan ranjau-ranjau tersebut.  

“Integritas adalah bentuk keteguhan hati atas nilai-nilai yang dikandung.”

Integritas meneguhkan hati Anda selaku developer untuk berbisnis on the track sesuai ketentuan, dan menghindarkan diri dari keserakahan yang mementingkan keuntungan semata meski menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan ketentuan dan moral.

Baca juga: BTN Tolak Kredit Developer Yang Abaikan Sanitasi

#2 Selalu menemukan produk-produk yang kreatif atau inovatif

Bahwa persaingan atau kompetisi pasti tidak terhindarkan dalam merebut hati konsumen properti, bahkan untuk sekelas Agung Sedayu dengan Agung Podomoro.

Mungkin Anda memang belum sampai pada tahap berkompetisi dengan kedua Agung tersebut, namun nama baik dibangun dari hal-hal kecil yang terus ditumpuk, ditumpuk hingga menjadi besar.

“Maka dari itu, diperlukan adanya pembeda saat sebuah produk dilempar ke pasar. Sudah barang tentu, pembeda tersebut harus di kelas yang sama dengan produk yang dilempar oleh kompetitor.”

Banyak aspek yang dapat dijadikan sebagai pembeda, atau meminjam istilah Hermawan Kertajaya disebut dengan differensiasi. Tentu Anda harus memiliki tim kreatif yang selalu berkreasi dan berinovasi untuk dapat memenangkan kompetisi.

Bentuk kreatifitas bisa berupa desain produk atau desain konstruksi bangunan, fasade bangunan, landscape, penyediaan sumur resapan untuk konservasi air, penyediaan SPAL (Sisem Pengolahan Air Limbah) komunal septic tank sebagai jaminan akses sanitasi yang layak, hingga metode marketing dan cara pembayaran, yang kesemuanya tidak ada di kompetitor yang sekelas dengan properti yang Anda bangun.

#3 Selalu berorientasi untuk kepuasan konsumen

Sebagai seorang developer, kepuasan konsumen harus diletakkan di atas segalanya. Hal tersebut menjadi mutlak adanya. Kepuasan Anda adalah saat konsumen merasa puas atas layanan yang Anda berikan.

Goals Anda sebagai seorang developer adalah bukan sebatas unit terjual habis saja, lalu setelah itu Anda bagai kutu loncat pindah ke lokasi project baru dengan meninggalkan banyak permasalahan di lokasi project sebelumnya.

“Percayalah, bahwa kepuasan konsumen adalah marketing gratisan yang paling ampuh yang pernah Anda miliki.”

Salah satu contoh atau bentuk kepuasan konsumen adalah bila Anda memasarkan properti dengan spek bangunan A di dalam brosur, lalu Anda memasang spek A tersebut dalam bangunan yang dipasarkan.

Hal ini menandakan Anda sebagai developer yang komit atas apa yang sudah dituangkan baik dalam SPK ataupun brosur yang dipasarkan. Bila kebalikannya, siap-siap Anda menerima komplain bahkan sebelum unit terjual habis, dan bila itu terjadi, sama artinya Anda sedang memelihara marketing gratisan yang “membunuh” usaha Anda.

Baca juga: Minat Jadi Pengembang Properti Syariah? Bergabung Di APSI

#4 Sanggup memberikan diatas ekspektasi konsumen

sikap-mental-pengembang-properti-untuk-menang

Developer yang sanggup memberikan diatas apa yang diekspektasikan konsumen, tentu menjadi pemenang hati konsumen. Meraih hati konsumen bisa dimulai dengan menepati apa yang sudah dijanjikan, karena itu menandakan keprofesionalitasan kita. Bahwa kita memiliki kecermatan dalam memperhitungkan segala sesuatunya.

“Sekali lagi, bila kita makan bakso yang enak, maka kita akan dengan sukarela memberitahukannya kepada teman, bahwa ada bakso yang enak. Sama halnya dengan pengembang atau developer perumahan.”

Contoh riilnya yaitu bila developer menjanjikan unit akan ready pada bulan B tahun C, dan developer tersebut mampu menyelesaikannya pada bulan B dan tahun C, alias tepat waktu, tentu konsumen akan surprise dan puas. Bila lebih dari itu, maka kompetensi develper selaku pengambang akan dipertanyakan. 

#5 Bersikap proaktif dalam mencari peluang-peluang untuk dikembangkan

Mengembangkan bisnis properti tentu memerlukan sikap proaktif, bukan reaktif, karena dunia properti cenderung dinamis. Dengan reaktif hanya akan membuat Anda kian tertinggal dibanding kompetitor Anda.

“Sikap proaktif akan membuat Anda giat untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak-pihak terkait dengan bisnis Anda. Sikap proaktif tentunya wujud dari dimilikinya tim kreatif yang selalu menciptakan differensiasi dibanding kompetitor.”

Untuk mengembangkan properti yang komprehensif, bisa saja Anda menggandeng para pemilik atau pelaku utilitas, seperti instalasi gas yang dikelola oleh PGN, atau instalasi jaringan fiber optic yang banyak dijual oleh industri telekomunikasi, salah satunya Telkom, ataupun instalasi listrik yang pasti wajib sifatnya yang dilakukan oleh PLN.

Kesemua utilitas tersebut, bisa saja dikerjasamakan oleh Anda selaku developer kepada para operator utilitas tersebut, Anda hanya perlu menyiapkan jaringan utilitasnya berupa ducting, dan memungkinkan Anda mengenakan sewa untuk pemanfaatannya.

Bila tidak tersewa pun, paling tidak Anda telah menjual lingkungan yang rapih dan nyaman karena semua utilitas jadi berkonsep underground.

Baca juga: Penyederhanaan Regulasi Pengembang Properti

#6 Memiliki tanggung jawab atas apa yang dikerjakan

Sikap mental berikutnya yang harus dimiliki oleh developer yaitu bertanggung jawab dengan sesungguhnya, dan bisa dibilang hukumnya wajib.

“Bila ada kesalahan, kendala, gangguan di lingkungan yang Anda kembangkan, maka Anda harus siap bertanggung jawab penuh tanpa peduli siapa yang menyebabkan kesalahan, kendala atau gangguan tersebut.”

Ada satu contoh yang dapat menjadi bahan inspirasi betapa bertanggungjawabnya developer, yaitu saat awal properti dibangun dan kenyamanan dirasakan dalam 5 tahun pertama, namun seiring perubahan kondisi di hulu, properti tersebut mengalami kebanjiran, dan warga selaku konsumen pun komplain.

Bicara sebelum terjadinya banjir, properti tersebut aman terkendali sampai dengan sebelum sold out-nya unit properti. Alam berkehendak lain, dan banjir pun melanda properti tersebut.

Komplain konsumen yang telah membentuk komunitas warga ditanggapi developer dengan mengurut-urut permasalahan terjadinya banjir, dan berujung pada kesimpulan perlunya dilakukan normalisasi saluran-saluran di outlet properti tersebut, dan bahkan bukan cuma di normalisasi, melainkan sampai memerlukan adanya pembebasan lahan untuk pelebaran saluran.

Betapa sikap mental bertanggung jawab ini telah melekat dalam diri sang developer tersebut sehingga secara otomatis timbul rasa empatinya untuk warga yang mengalami kebanjiran yang tidak lain adalah konsumennya.

#7 Memiliki cinta yang tidak pernah padam

Setiap project properti pasti akan memiliki interaksi yang luas dengan banyak orang dari beragam profesi, dari mulai project dimulai sampai dengan project tersebut selesai alias sold out. Aneka rasa permasalahan pasti akan timbul karena kompleksitasnya bisnis properti. Namun semua itu akan tertangani bila terdapat kecintaan didalamnya.

“Banya cerita sukses yang berawal dari kecintaannya pada usaha yang digelutinya”.

Karena cinta mampu menggerakkan jiwa raga. Pengelolaan bisnis yang diselimuti rasa cinta akan membuat kita tegar menghadapi setiap masalah yang ada. Cinta membutuhkan komitmen. Cinta juga membutuhkan pengorbanan. Justru karena itulah yang membuat tekad sukses semakin kuat.

#8 Tidak pernah takut menghadapi rintangan

Tidak ada usaha yang tidak ada tantangannya, karena setiap usaha memiliki ceritanya masing-masing. Ironisnya, cerita tersebut justru baru ditemukan saat Anda sudah terjun. Perbanyak dan perkuat informasi tentang succes story seseorang, seperti apa berdarah-darahnya perjuangannya, bukan hanya seperti apa manis-manisnya perjuangannya.

Petik hikmah dari cerita berdarah-darahnya, sebagai bekal Anda mengarungi bisnis properti dengan menjadi developer properti.  

“Lebih baik belajar dari pengalaman orang lain, ketimbang Anda sendiri yang mengalaminya satu persatu, meski naif bila tidak menemukan permasalahan sama sekali kendati sudah berguru, karena setiap masalah selalu datang berbeda, dengan kondisi yang berbeda, dengan waktu yang berbeda.”

Pada akhirnya, keberanian Anda lah yang menjadi faktor penentu kesuksesan datang menjemput Anda, meski harus melalui learning by doing, dan satu kali bangkit selepas kegagalan. Keberanian menghadapi tantangan akan mampu menempa Anda semakin besar dan terus membesar, sehingga kontinuitas bisnis tetap terjaga.

Bisnis yang terus berlanjut, menyebabkan roda perekonomian terus berputar dan menampung semakin banyak tenaga kerja. Banyak orang yang akan terhidupi jika roda bisnis terus berjalan. Resapi hal ini agar Anda semakin tangguh.

Baca juga: 7 Keunggulan dari Investasi Properti

****

Itulah ke-8 sikap mental yang harus Anda miliki bila ingin menjadi seorang developer yang hasil karyanya menjadi rebutan orang untuk berinvestasi, bahkan di saat hari pertama launching sudah langsung sold-out.

Tentu dibutuhkan kecermatan, ketelitian, keakuratan data dalam menghitung seluruh aspek saat bisnis properti akan dijalankan. Hal itu akan meminimalisasi lemahnya salah satu dari kedelapan sikap mental diatas.[ppc]

Semoga sukses & salam Properti!

Baca juga artikel lainnya di Profperti.com

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.