Beli Rumah Lelang Bank Cara Murah Miliki Rumah

cara-miliki-rumah-dengan-beli-rumah-sitaan-bank

Selama ini Anda tinggal sekeluarga bersama istri dan 2 orang anak dengan mengontrak sebuah rumah, lalu karena anak Anda sudah beranjak remaja, Anda pun terdesak untuk segera memiliki rumah sendiri. Mengapa Anda tidak membeli rumah lelang bank karena itu merupakan cara murah memiliki rumah?

Anda memang sudah memahami bagaimana mencari rumah idaman dambaan keluarga, lalu Anda juga sudah menyiapkan strategi mencari dan mendapatkan rumah pertama Anda, namun masalahnya, Anda terbentur pada keterbatasan dana yang Anda miliki.

Jangan khawatir, bila Anda terus berikhtiar, maka Anda tetap berpeluang memiliki rumah meski budget yang Anda miliki terbatas. Anda hanya perlu menyiasatinya. Salah satu siasat yang perlu Anda lakukan untuk memiliki rumah adalah dengan mencari dan membeli rumah hasil lelang bank.

Apa Itu Rumah Lelang?

Rumah lelang adalah rumah hasil sitaan pihak bank yang kemudian ditawarkan kepada masyarakat melalui proses lelang sebagai akibat ketidakmampuan melunasi atau membayar angsuran bulanan oleh pihak konsumen, dalam hal ini debitur.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, debitur itu sendiri memiliki makna sebagai berikut:

de.bi.tur /débitur/
bentuk tidak baku: debitor

orang atau lembaga yang berutang kepada orang atau lembaga lain.

Ketidakmampuan debitur dalam melunasi pinjamannya disebut juga dengan kredit macet. Kredit macet itulah yang kemudian mendorong pihak bank selaku kreditur untuk melakukan penyitaan aset atau rumah.

Dan sudah barang tentu, pihak bank tidak akan berlama-lama mendiamkan rumah hasil sitaan tersebut, dan bahkan langsung menjualnya melalui mekanisme lelang rumah sitaan bank.

Dan yang harus dicatat adalah harga rumah lelang cenderung murah jika dibandingkan dengan rumah bekas apalagi rumah baru.

Mengapa Rumah Lelang Murah?

Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa rumah lelang cenderung dijual dengan harga murah, mengapa bisa terjadi demikian?

Sebabnya adalah sebagian pembiayaan rumah yang dilelang telah dilakukan oleh pemilik terdahulu, seperti biaya DP rumah, dan sebagian biaya cicilan rumah.

Pihak bank tidak berkeinginan menjual rumah lelang tersebut dengan mendapatkan keuntungan, karena beberapa sebab, seperti, pihak bank menjual rumah dengan kondisi apa adanya.

Gambarannya yaitu, kegagalan bayar cicilan KPR yang dilakukan oleh pemilik terdahulu telah membuat rumah dalam kondisi apa adanya, seperti plafon yang mungkin rusak, cat rumah yang nampak kusam. Jangankan untuk memperbaiki kerusakan yang ada, untuk membayar cicilan bulanan yang wajib saja, si pemilik terdahulu sudah tidak mampu.

Keuntungan Beli Rumah Lelang Bank

Ada beberapa keuntungan bila kita membeli rumah hasil lelang bank, diantaranya yaitu:

A close up of a sign

Description automatically generated

Harga Lebih Murah

Anda yang membeli rumah sitaan bank berkesempatan mendapatkan harga yang murah. Hal itu menjadi salah satu keuntungan bagi Anda, dan sudah pula dijelaskan diatas apa sebabnya. Selisih harga antara rumah lelang dengan rumah bekas di pasaran dapat berkisar antara 10% sampai 40%.

Jadi jelaskan mengapa rumah lelang dijual murah? Sekali lagi karena pihak bank bukan flipper properti, targetnya adalah menjual properti yang dilelang sesegera mungkin, agar beban rumah yang dilelang segera beralih ke pemilik baru, dan pihak bank terhindar dari melakukan perbaikan terhadap kerusakan rumah lelang.

Lokasi Sudah Terbentuk

Selain harganya yang murah, rumah lelang umumnya berlokasi di area yang sudah terbentuk, dan sudah berkembang. Mungkin akan berbeda dengan saat si pemilik terdahulu tadi tinggal pertama kali di lokasi rumah yang dilelang tersebut.

Yang dimaksud disini adalah berbagai fasilitas penunjang dari rumah yang dilelang tersebut biasanya sudah ada, seperti sarana peribadatan, sekolah, minimarket atau pasar, bengkel, toko-toko maupun yang lainnya, umumnya sudah ada. Pada saat awal, mungkin semua fasilitas itu belum ada.

Kerugian Beli Rumah Lelang Bank

Namun, selain keuntungan, ada pula kerugian membeli rumah lelang bank, dan itu harus Anda antisipasi sebelumnya. Seperti apa kerugiannya, simak berikut ini.

A close up of a sign

Description automatically generated

Menyiapkan Biaya Renovasi

Resiko beli rumah lelang bank tentu tetap ada, seperti telah disinggung diatas, beberapa  diantaranya adalah kondisi rumah yang sudah rusak, bisa seluruhnya atau pun sebagian. Lalu, di beberapa bagiannya, cat sudah kusam dan mengelupas.

Berikutnya, mungkin saja engsel pintu utama sudah lepas, lalu ada beberapa kaca yang pecah, adanya kebocoran pada atap plafon karena ada genteng yang pecah, dan potensi-potensi lain yang mungkin terjadi pada rumah yang dilelang, sehingga Anda harus menyiapkan biaya renovasinya.

Hal tersebut, mau tidak mau harus Anda perhitungkan dalam beban penawaran saat mengikuti proses lelang. Untuk mengetahuinya, Anda perlu melihat secara langsung ke lokasi rumah yang dilelang tersebut.

Penyambungan Kembali Instalasi Listrik

Kendala dari rumah yang dibeli dari hasil lelang, selain Anda sebagai konsumen berikutnya, yang mesti menyiapkan biaya renovasi, umumnya Anda mesti melakukan penyambungan kembali terhadap instalasi listrik dari PLN.

Kegagalan si pemilik terdahulu dalam membayar cicilan rumah, biasanya diikuti pula oleh ketidakmampuannya membayar tagihan listrik bulanan. Hal ini, bila sistem listriknya menggunakan sistem pasca bayar tentu akan membebani Anda untuk dilakukan penyambungan kembali, setelah diputus oleh PLN.

Beruntungnya, jika meteran listrik dari rumah yang dilelang menggunakan sistem pra bayar atau sistem token, Anda bisa terbebas dari biaya pemasangan kembali, dan mungkin saja terbebas dari tunggakan pembayaran untuk sekian waktu.

Cara Beli Rumah Lelang Bank

Cara membeli rumah lelang bank bisa Anda mulai dengan mencarinya terlebih dahulu, salah satunya melalui Bank BTN yang bisa Anda lihat melalui link ini.

Untuk dapat mengikuti proses rumah lelang, Anda diminta menyiapkan uang sebagai jaminan yang besarnya antara 20% sampai dengan 50% dari limit harga rumah yang dilelang.

Proses lelangnya sendiri salah satunya dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, selain beberapa lembaga lelang yang dilakukan oleh pihak swasta.

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated

Nah, bila semua persyaratan telah Anda penuhi, dan Anda diikutkan sebagai peserta lelang, maka Anda harus mempersiapkan diri untuk melakukan penawaran. Bila kemudian Anda dinyatakan sebagai pemenang lelang, maka berikutnya Anda mesti melakukan pembayaran.

Terkait dengan metode pembayaran, Anda harus mencari informasinya terlebih dahulu, apakah pembayarannya tunai, atau dapat dilakukan dengan menggunakan KPR bank.

****

Penutup

Demikianlah strategi atau cara memiliki rumah, yang biasanya lebih murah dibanding rumah bekas pasaran, yakni dengan cara beli rumah lelang bank. Namun perlu dipahami juga, meski rumah lelang sebagian pembiayaannya telah dilakukan oleh pemilik terdahulu, tetap saja ada biaya-biaya yang harus Anda antisipasi, seperti biaya pajak.

Untuk mengetahui apa-apa saja biaya pajaknya, Anda bisa mengetahuinya dengan membaca pada artikel Mengenal Jenis Pajak Properti untuk mendapatkan gambaran pajak-pajak apa saja yang harus Anda persiapkan.

Namun, untuk mendapat gambaran yang tepat tentang pajak-pajak apa saja yang harus Anda persiapkan, Anda bisa tanyakan informasinya saat mengikuti proses lelang rumah yang ditawarkan pihak bank.

Ok, selamat hunting rumah lelang sitaan bank, dan bila Anda memiliki pengalaman membeli rumah lelang bank silahkan untuk jangan segan-segan berbagi pengalaman di kolom komentar.[ppc]

Baca juga artikel lainnya di Profperti

Sumber gambar: Unity, VectorStock

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.