Cara Memilih Agen Properti Paling Komprehensif

agen properti

Artikel Cara Memilih Agen Properti Paling Komprehensif berikut ini akan mengurai hal-hal apa saja yang harus Anda ketahui saat memutuskan ingin menggunakan jasa agen properti dalam membantu menjualkan unit properti Anda.

Saat Anda memutuskan menggunakan jasa agen properti, tentu Anda berharap akan berjumpa dan dibantu dengan orang yang tepat, yang dapat merealisasikan harapan Anda, yaitu properti Anda terjual dengan cepat.

Dalam artikel sebelumnya yang telah diulas di blog ini, seperti :

  1. Diburu Waktu, Minta Broker Properti Jual Apartemen Anda, atau,
  2. Mau Jual Properti? Jual Sendiri Atau Lewat Agen Properti,

baru membahas sebatas peran, tugas, dan komisi seorang broker properti menurut regulasi, serta kelebihan dan kekurangan dalam proses penjualan properti yang dilakukan secara sendiri atau melalui bantuan seorang agen properti.

Pembahasan dalam artikel tersebut lebih kepada proses atau tahapan penjualannya saja, belum terhadap sosok seperti apa dari orang yang menjualkannya.

Nah, pada artikel kali ini akan dibahas lebih dalam mengenai sosok atau orang yang menjualkan properti Anda, yaitu seseorang yang pekerjaannya dinamakan dengan sebutan agen properti.

Seperti apa agen properti itu sebaiknya, dan bagaimana cara memilih agen properti secara komprehensif, simaklah artikel ini dan tuntaskan membaca hingga akhir artikel.

Baca juga: Tips Agar Pengajuan KPR Anda Disetujui

Lakukan Ini Diawal

Baiklah, kita langsung saja ke pokok materi pembahasan. Namun sebelum ke pokok materi, beberapa hal berikut ini harus Anda lakukan diawal sebagai cara memilih agen properti.

Carilah Info Profil Agen Properti

Saat ini, ada banyak sekali profil agen properti yang dapat Anda jumpai baik secara langsung di kantor agen properti atau bisa dengan mudah Anda jumpai via website jual beli properti.

Hampir di tiap-tiap kota, khususnya yang di kotanya terdapat kawasan perumahan skala besar, dapat dipastikan akan terdapat kantor agen properti, bahkan jumlahnya bisa beberapa kantor agen properti, yang paling umum misalnya, Century 21, RayWhite, atau dari grup Era.

Namun jika berpikir lebih praktis, maka Anda bisa jumpai agen-agen properti tersebut via internet lebih dulu, setelah itu buat janji bertemu untuk menggali lebih banyak info profil seorang agen properti.

Bagi Anda yang tinggal di seputaran Jakarta, Anda dapat mencari profil agen properti melalui link Rumah.com ini, atau melalui link website Rumah123.com ini. Saat artikel ini dibuat, paling tidak terdapat 4.376 agen properti yang beroperasi di Jakarta. 

Buatkan Daftar Nama Calon Agen Properti

Setelah Anda browsing link diatas, baik dari web Rumah.com ataupun Rumah123.com, maka berikutnya Anda perlu menetapkan paling tidak 3 nama agen properti yang bisa Anda dapatkan daftarnya dari kedua web jual beli properti tersebut.

Indikator yang dapat Anda gunakan adalah kesesuaian alamat dengan lokasi properti yang akan Anda jual.

Misalkan Anda berdomisili di Jakarta, sementara properti yang akan Anda jual ada di Bekasi, maka sebaiknya prioritaskan mencari agen properti yang beroperasi atau memiliki wilayah tugas di Bekasi.

Buat Janji Bertemu Dengan Agen Properti

Jika Anda sudah menemukan paling tidak 3 nama agen properti, berikutnya Anda perlu untuk bertemu dengan calon agen properti yang akan Anda gunakan jasanya. Melalui nomor kontak yang ada, Anda dapat membuat janji untuk bertemu dengan calon agen properti.

Mengenai lokasi pertemuan, tinggal Anda sepakati saja dengan calon agen properti yang akan Anda jumpai.

Bertemu secara langsung dengan calon agen properti tentu memiliki nilai strategis, karena Anda dapat menilai kompetensi, kualitas dan portofolio sang calon.

Baca juga: 8 Sikap Menjadi Marketing Properti Yang Disukai Konsumen

Yang Harus Anda Ketahui Dari Sang Calon Agen Properti

cara memilih agen properti

Setelah Anda melakukan hal-hal diawal tadi, maka cara berikutnya dalam memilih agen properti yaitu Anda menanyakan langsung kepada sang calon agen properti yang telah Anda undang bertemu untuk mengetahui sosoknya seperti apa, kinerjanya bagaimana, maupun beberapa hal lainnya.

Hal-hal yang diulas berikut ini paling tidak menjadi dasar atau pedoman bagi Anda, saat, ketakanlah melakukan wawancara dengan calon agen properti yang akan Anda pilih. Namun tentunya Anda dapat mengembangkannya sendiri menurut situasi dan kondisi Anda pada saat melakukan wawancara.

Gali Lebih Dalam Profil Calon Agen Properti

Kesempatan bertemu dengan calon agen properti tentu harus dimanfaatkan dengan baik, karena walaupun seorang calon agen properti membutuhkan bahan iklan properti untuk dipasarkannya, namun sejatinya, pada saat bertemu, kebutuhan Anda-lah yang utama, yaitu kebutuhan untuk meminta bantuan agen properti untuk menjualkan properti Anda.

Namun, meski seperti itu kondisinya, Anda dapat bertindak layaknya pemilik perusahaan, Anda bebas menentukan siapa pegawai yang akan Anda rekrut, pun demikian halnya dengan agen properti.

Jika di Jakarta saja terdapat 4.376 agen properti saat artikel ini dibuat, maka tentunya Anda berhak memilih salah satu atau salah dua dari jumlah tersebut untuk Anda tentukan sebagai mitra Anda dalam menjualkan unit properti Anda.

Tanyakan Nilai Properti Rata-Rata Yang Dijualnya

Bertanyalah tentang berbagai hal, terutama tentu saja menyangkut kompetensi, kualitas, portofolio calon agen properti selama ini, sudah berapa banyak unit properti yang dijual melalui tangan dinginnya, dan di rentang nilai berapa unit properti yang telah berhasil dijualnya.

Misal, jika selama ini sang agen properti telah berhasil menjual 10 unit properti, yang terdiri dari 8 unit rumah, 1 unit apartemen, dan 1 unit ruko, dengan kisaran nilai properti mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 1,7 miliar, dengan nilai penjualan properti rata-rata di angka Rp 700 juta.

Sementara itu, nilai properti Anda yang berupa rumah seharga Rp 600 juta, secara hitungan kasar akan dapat disimpulkan bahwa nilai properti Anda merupakan nilai penjualan yang tepat dilakukan oleh sang agen properti berdasarkan pengalamannya selama ini.

Karena tentu berbeda, jika dibandingkan antara nilai properti yang berada dibawah angka Rp 1 miliar dengan yang diatas Rp 1 miliar. Umumnya, semakin mahal harga properti maka menjualnya pun sangatlah tidak mudah, karena menyangkut populasi calon pembelinya yang semakin sedikit.

Baca juga: Tips Mencari dan Memilih Notaris Untuk Jual-Beli Properti

Tanyakan Lisensi Agen Properti

Anda tentu berharap akan bekerja sama dengan seorang agen properti yang tepat, yang dapat menjualkan properti Anda dengan cepat. Apalagi jika properti itu dijual dengan angka yang memang Anda inginkan.

Namun sebelum itu, Anda perlu tahu lisensi yang dimiliki oleh calon agen properti yang akan Anda ajak bekerja sama dengan cara menanyakannya langsung. Lisensi apa yang dimilikinya, dan mintalah penjelasannya.

Selain menanyakan ke sang calon agen properti, Anda juga dapat menanyakan langsung kepada kantor agen properti yang menaungi sang calon agen properti tersebut, apakah benar terdaftar di kantor tersebut, atau mungkin saja terdaftar di kantor cabang yang lain, serta memiliki lisensi sebagaimana yang telah diutarakannya.

Memiliki Pemahamam Tentang Legalitas Properti

Aspek yang menjadi bahan penilaian Anda tentang sang calon agen properti adalah menyangkut wawasan dan kemampuannya akan legalitas hukum jual beli properti.

Dengan kecakapan aspek legalitas hukum jual beli properti yang diketahuinya, akan membuat setiap klien merasa aman dan nyaman, termasuk Anda tentunya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang hal ini adalah terkait dengan hukum perjanjian, perpajakan khususnya properti, dokumen properti, seperti sertipikat, AJB, tanah girik, atau Letter C, pajak-pajak properti, hingga proses balik nama.  

Cek Reputasi Calon Agen Properti

Seberapa handal agen properti, bisa Anda ketahui dari reputasinya atau prestasinya. Beberapa kantor agen properti tercatat telah memiliki segudang pengalaman dan prestasi yang mumpuni yang membuat Anda yakin properti Anda bakal terjual cepat.

Sebut saja seperti Grup ERA, yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1992, dan tercatat menorehkan segudang prestasi, ataupun Grup RayWhite, yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1997, dan tercatat meraih Top Brand Award 7 tahun berturut-turut sejak tahun 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019.

Reputasi dari kedua grup agen properti ini tentunya memiliki sejumlah jaminan kualitas dari para agennya.

Baca juga: Ingin Punya Properti di Usia Muda? Ini Caranya!

Memiliki Dukungan Tim Yang Kuat

Anda harus mengetahui apakah seorang calon agen properti memiliki dukungan yang kuat dari tim-nya. Hal ini dapat ditunjukkan dari grup agen properti mana dia berasal. Semakin lama grup agen properti, biasanya memiliki jaringan yang tersebar luas, bukan hanya di Indonesia, bahkan mungkin hingga ke manca negara.

Sebagai contoh grup ERA, saat ini memiliki 147 kantor member broker, dan 5.000 marketing associates. Lalu, grup RayWhite, yang hingga saat ini telah memiliki 175 kantor cabang tersebar di seluruh Indonesia, serta diperkuat dengan 4.000 marketing executive.

Dengan resources sebanyak itu, tentunya setiap listing yang masuk akan diolah, katakanlah secara bergotong royong oleh para agen properti di satu naungan grup agen properti.

Memaparkan Rencana Pemasarannya

Terkadang ada agen properti yang baru akan memberikan rencana pemasarannya jika sudah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Anda. Bilamana terdapat hal ini, catatlah sebagai sebuah komponen pengurang nilai.

Meski hal tersebut bukan prinsip, namun jika seorang calon agen properti melakukan strategi seperti itu, tentu akan fair jika Anda pun berstrategi dengannya, yaitu dengan mencatat bagian ini sebagai komponen pengurang nilai untuknya.

Dan bila sebaliknya, maka dia merupakan orang yang berpikir positif, dan memiliki keyakinan diri bahwa Anda pasti akan mengajakanya bekerja sama dengan menjadi pemasar properti Anda.

Ingat, prinsip Law Of Attraction atau LOA yang akan bekerja bila kita memancarkan aura positif. Hal positif akan menarik hal yang positif juga, dan sebaliknya hal negatif akan mengundang hal yang negatif pula.

Pemasaran Yang Efektif Dan Efisien

Sang calon agen properti seyogyanya sudah memiliki standar pemasaran yang efektif dan efisien yaitu berbasis kekuatan marketing yang luas dengan resources yang kuat.

Kekuatan tersebut jika dipadukan dengan penguasaan pasar yang baik, ditambah dengan kemampuan legalitas yang mumpuni maka urusan jual beli properti akan menjadi mudah.

Baca juga: 8 Keuntungan Sewa Apartemen Dibanding Sewa Kos 

Cermati Track Record Calon Agen Properti

Bicara track record agen properti, tentu berbeda dengan dari grup agen properti apa dia berasal.

Sejatinya, dari grup agen properti apa sang calon agen properti tersebut berasal bukanlah jaminan bahwa properti Anda akan dapat terjual dengan cepat dan harga yang tepat. Catatlah hal itu sebagai sebuah kelebihan semata.

Namun kembalinya adalah kepada figur, sosok, atau profil dari sang agen properti itu sendiri seperti apa.

Jika Anda menemukan seorang calon agen properti yang klik dengan Anda, dan dengan kekuatan resources yang dimilikinya, maka bukan mustahil, properti Anda akan terjual dengan cepat dan harga yang tepat.

Memastikan Kualitas Kerja Agen Properti

Bicara kualitas sang calon agen properti merupakan bagian akhir menuju kesimpulan Anda. Banyak aspek yang akan mendukung bagian ini, mulai dari lisensi yang dimiliki, aspek jaminan legalitas, reputasi, dukungan tim, rencana pemasaran, seberapa rasio listing terbaru, pemafaatan teknologi, testimoni klien, penguasaan area rencana pemasaran, serta track record.

Hal lainnya, bahwa sang calon agen properti paham jangka waktu rencana pemasaran properti klien, menjadi pendengar yang baik, memiliki kemampuan beradaptasi dengan klien, bersikap proaktif, serta aktif berkomunikasi.

Cek Listing Terbaru Calon Agen Properti

Apakah sang calon agen properti adalah pemasar yang baik yang telah bekerja maksimal, tolak ukurnya adalah seberapa banyak listing terbaru yang dimilikinya. Hal itu menggambarkan bahwa sang calon agen properti adalah seorang pekerja keras.

Namun tidak hanya seberapa banyak listing yang dimilikinya, akan tetapi seberapa rasio yang dimilikinya, yaitu perbandingan antara listing terakhir serta listing yang berhasil terjual.

Anda dapat memintanya untuk menunjukkan seberapa banyak listingnya, dan berapa rasio penjualan yang dimilikinya.

Terlampu banyak listing terbaru yang dimilikinya, tentu juga tidak melulu baik, karena itu artinya properti Anda mempunyai kesempatan yang dibagi oleh seberapa banyak listing yang dimiliki untuk mendapatkan perhatian dari sang calon agen properti saat memasarkan.

Memanfaatkan Kemajuan Teknologi

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah membuat propaganda yang luar biasa bagi dunia pemasaran.

Suatu ketika Anda ingin membeli kendaraan karena kebutuhan keluarga, serta untuk menunjang mobilitas Anda saat bekerja, namun Anda lupa disimpan dimana brosur yang terakhir kali Anda dapat dari seorang sales penjualan mobil.

Anda pun mencoba mencari merk kendaraan yang ingin Anda beli dengan bantuan mesin pencari, misal Google. Setelah Anda ketik, lalu muncul di layar berupa website dari seorang sales penjualan mobil.

Baca juga: 3 Skema Pembayaran Properti

Ilustrasi tersebut menjadi gambaran betapa seorang sales penjualan kendaraan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini, yang artinya pula memiliki kesempatan untuk diketahui oleh calon pembeli tanpa batasan wilayah.

Jika sang calon agen properti memiliki hal serupa ilustrasi diatas, maka itu menunjukkan keprofesionalitasannya, dan totalitasnya dalam melakukan pemasaran properti, dan catatlah itu sebagai sebuah nilai kelebihan.

Tidak Ragu Memberi Kontak

Bagaimana kinerja sang calon agen properti dapat diukur dari berapa banyak properti yang sudah dipasarkan, dan berapa banyak yang sudah terjadi transaksi, atau merujuk ulasan diatas kita sebut dengan rasio penjualan.

Untuk mengetahui tentang kebenaran transaksi yang terjadi yang dilakukan oleh sang calon agen properti, Anda perlu mengkonfirmasi secara langsung kepada klien sebelumnya dari sang calon agen properti, tentunya yang propertinya telah berhasil terjual.

Gampang saja, Anda tinggal minta nomor kontak 3 klien terakhir dari sang calon agen properti yang propertinya telah berhasil terjual, lalu bisa Anda hubungi secara langsung ataupun terpisah.

Jika sang calon agen properti memang profesional dan layak Anda ajak kerja sama, tentu dia tidak ragu untuk segera memberikan 3 daftar nama yang Anda minta, sehingga Anda mengetahui kesesuaian informasi dari sang calon agen properti dengan klien sebelumnya mengenai transaksi yang telah terjadi.

Pilih Calon Agen Properti Yang Menguasai Area

Saat melakukan wawancara, seorang calon agen properti harus terlihat oleh Anda bahwa dia memiliki penguasaan terhadap area operasi kerjanya, termasuk jika Anda memintanya untuk memasarkan unit properti di lokasi Anda.

Idealnya, seorang calon agen properti yang Anda lirik untuk bekerja sama harus memiliki catatan yang membuktikan bahwa dia telah berhasil menjual properti, di lokasi dimana unit properti Anda akan dijual, termasuk memahami fasilitas-fasilitas yang ada, kondisi lingkungannya, dan kebijakan pemerintah yang ada di lokasi Anda tersebut.

Mengetahui Harga Pasaran

Percuma bila Anda sudah memilah sekian banyak calon agen properti untuk diajak kerja sama, namun sang calon agen properti yang Anda lirik ternyata tidak memahami tren harga properti di lokasi unit properti yang akan Anda jual.

Meski bukan hal yang mutlak, namun dengan mengetahui tren harga pasaran properti di lokasi unit properti yang akan Anda jual, itu menjadi semacam prasyarat, karena dengan bekal tersebut, dia memiliki argumen untuk Anda pilih bekerja sama, sekaligus dapat memberikan gambaran yang tepat tentang harga jual properti Anda secara tepat.

Baca juga: Ingin Punya Properti di Usia Muda? Ini Caranya!

Mengetahui Latar Belakang Anda Menjual Properti

Anda menjual properti tentu memiliki latar belakang, apakah karena kebutuhan yang mendesak, ingin pindah tempat tinggal karena pindah kerja, ingin membeli unit properti yang baru sekalihgus menempatinya, atau karena jumlah properti Anda terlampau banyak sehingga tidak terurus, maupun karena alasan lainnya.

Seorang calon agen properti tentunya perlu mengetahui latar belakang Anda yang akan menggunakan jasanya untuk memasarkan properti Anda. Meski mungkin itu privasi, namun dirasa tetap perlu diketahui oleh agen properti.

Informasi latar belakang yang Anda sampaikan akan membantu sang agen properti untuk memasarkan properti Anda, khususnya dalam menerapkan strategi pemasaran, karena properti yang dipasarkannya bukan properti Anda saja.

Dapat Memotivasi Klien

Pekerjaan pemasaran merupakan tugas yang berat dan melelahkan. Itulah yang dirasakan oleh banyak agen properti. Bagaimana dia meyakinkan calon pembeli properti, dan sebelumnya pun dia harus meyakinkan penjual properti, bahwa dia adalah orang yang tepat untuk membantu memasarkan.

Terjualnya sebuah properti bukanlah seperti ilmu eksak yang dapat dipastikan kapan waktu terjualnya. Namun lebih dari pada itu, bahwa di dalamnya terelaborasi berbagai aspek yang saling berkaitan satu sama lain.

Jikalau Anda menemukan seorang calon agen properti yang Anda nilai dapat memberikan motivasi, maka Anda perlu menandainya dalam daftar check list.

Memahami Jangka Waktu

Terkadang urusan jual beli properti dilakukan dalam keadaan terdesak, atau kepepet, yang pada intinya properti Anda ingin segera terjual dikarenakan adanya kebutuhan biaya yang besar dalam waktu yang cepat.

Agen properti yang handal tentunya akan dapat menyesuaikan waktu tersebut dan menjadikannya sebagai skala prioritas, mana yang harus dipasarkan dengan ritme yang cepat, dan mana yang sebenarnya bisa disesuaikan ritmenya, pun dengan target market yang akan disasar.

Kecermatan seorang agen properti dalam memahami jangka waktu bisa Anda gali informasinya dalam sesi wawancara, seperti misal, bila ada 5 klien yang meminta propertinya dipasarkan, maka dari kelimanya, mana yang harus mendapat perhatian ekstra. Minta sang calon agen properti untuk menjelaskan.    

Baca juga: Biaya Yang Timbul Saat Membeli Rumah KPR

Pendengar Yang Baik

Tentu Anda berharap akan menemukan seorang agen properti yang banyak mendengarkan mau-nya Anda, dari pada sebaliknya. Dengan menjadi pendengar yang baik, maka sang calon agen properti dapat menangkap maksud hati Anda dengan tepat.

Hal ini dapat tergali dalam sesi wawancara dimana sang calon agen properti mengikuti apa yang Anda minta, apakah Anda bertanya lalu sang calon agen properti menjawab, ataukah Anda meminta sang calon agen properti untuk menjelaskan.

Anda perlu hati-hati terhadap seorang calon agen properti yang bersikap sebaliknya, yang lebih mendominasi pembicaraan ketimbang Anda. Pasalnya, bukan tidak mungkin, sang calon agen properti seperti ini justru akan mendikte Anda, parahnya bila usulan harga jual properti Anda ditentukan olehnya, dan Anda seperti terpaksa untuk menyetujuinya.

Mampu Beradaptasi Dengan Baik

Seorang calon agen properti yang akan Anda pilih tentulah harus seseorang yang mampu mengikuti kemauan Anda. Dalam hal metode komunikasi saja, tentu Anda akan merasa nyaman jika mendapati calon agen properti yang sejalan dengan Anda.

Misalkan Anda adalah seseorang yang memilih metode komunikasi via WhatsApp, maka baiknya seorang calon agen properti harus mampu mengikuti metode komunikasi Anda, meskipun mungkin hal itu bertolak belakang dengan yang selama ini dijalaninya.

Saya termasuk orang yang nyaman berkomunikasi menggunakan WhatsApp, pasalnya dikarenakan keterbatasan daya ingat, maka dipilihlah metode komunikasi tersebut. Bukan apa-apa, ketimbang berbicara via telepon yang lebih sulit untuk diingat, berkomunikasi via WA setiap percakapan tersimpan.

Bersikap Proaktif

Anda dapat menggali informasi dari sang calon agen properti terhadap caranya melakukan pemasaran. Sudah semestinya, sang calon agen properti memiliki daftar nama pembeli properti potensial, sehingga Anda dapat mengetahui seberapa jauh sang calon agen properti memanfaatkannya, dan berkomunikasi dengannya secara aktif.

Dalam memasarkanpun, sang calon agen properti harus Anda ketahui benar-benar memberikan informasi yang lengkap tentang properti Anda kepada pasarnya, jika misal dia menggunakan media promosi seperti website jual beli properti.

Penting untuk memberikan informasi yang lengkap tentang properti yang dipasarkannya, karena perlu dipahami bahwa terdapat beragam tipe pembeli properti yang harus dijaring, misal, ada tipe pembeli properti yang sebenarnya tertarik dengan properti yang dipasarkan namun malas bertanya dan baru tertarik setelah melihat informasi yang jelas, utuh, dan menarik.

Baca juga: Mengenal Properti Syariah

Cari Yang Aktif Berkomunikasi

Agen properti yang baik adalah yang mampu melakukan komunikasi secara aktif kepada Anda menyangkut perkembangan properti yang dipasarkannya. Fasilitas komunikasi saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bertemu langsung, telepon, berkirim pesan via SMS atau WhatsApp, maupun via email.

Saat melakukan wawancara, Anda perlu juga menanyakan kepada sang calon agen properti, seperti apa caranya berkomunikasi dengan klien selaku pemilik properti, tentunya terkait apapun, entah progres properti yang dipasarkan, ataupun jika terdapat kendala-kendala lain yang berpotensi menghambat terjual cepatnya properti Anda.

Jika dalam wawancara, Anda menemukan kesan bahwa sang calon agen properti termasuk orang yang hanya mengandalkan bertemu secara langsung dengan Anda, harap diperhatikan bahwa antara Anda dan sang calon agen properti tentu tidak memiliki banyak waktu untuk hanya sekedar menyampaikan perkembangan.

Tidak Menanyakan Soal Harga Jual

Sebagian agen properti akan memasarkan unit properti dengan berbekal patokan harga awal, istilahnya “buka harga sekian”, dan tambahan keterangan dari Anda, yaitu “harga masih nego”.

Istilah buka harga sekian, bisa Anda tentukan berdasarkan kajian, perhitungan dan pertimbangan Anda sendiri, atau bisa melalui hasil diskusi bersama dengan sang agen properti berdasarkan beberapa harga deal yang ada pada kawasan unit properti yang Anda jual.

Bicara harga masih nego, tentunya Anda akan merasa nyaman terhadap agen properti yang memperjuangkan harga terbaik atau harga maksimal, tanpa pernah menanyakan kepada Anda harga negosiasinya di angka berapa. Artinya harga negosiasi cukup Anda simpan dalam hati dan hanya Anda sendiri yang tahu.

Apa Yang Harus Dan Jangan Anda Lakukan

Jika Anda sudah mengetahui hal atau cara apa saja yang harus diketahui dalam memilih seorang agen properti. Dibawah ini ada beberapa hal yang harus dan jangan Anda lakukan setelah mengetahui hal-hal diatas tadi.

Baca juga: Mengenal Jenis Pajak Properti

Percaya Pada Insting Anda

Setelah Anda menggali informasi diatas dengan panjang lebar dari calon agen properti, dan informasi yang Anda dapat tersebut dirasa cukup, tentulah akan tiba saatnya bagi Anda untuk mengambil keputusan, apakah berlanjut dengan kerja sama atau Anda batalkan rencana kerja sama tersebut.

Pengambilan keputusan yang akan Anda lakukan mungkin tidak selalu terkait hal-hal teknis, namun mungkin saja dilakukan dengan pertimbangan hal-hal non teknis, seperti menggunakan insting atau feeling Anda.

Tolak ukurnya bisa saja dari kenyamanan Anda saat mewawancara atau berdiskusi dengan sang calon agen properti tersebut. Kenyamanan bisa Anda temukan dari sang calon agen properti melalui gaya berkomunikasinya, apakah tipikal yang mendominasi pembicaraan atau justru menjadi pendengar, dan seterusnya.

Buatlah Perjanjian Tertulis

Kesepakatan yang terjadi antara Anda dengan calon agen properti sebaiknya dilengkapi dengan perjanjian tertulis, karena sifatnya yang mengikat bagi kedua belah pihak menyangkut hak dan kewajiban masing-masing.

Poin terpentingnya adalah menyangkut besaran dari komisi yang diperuntukkan bagi sang agen properti manakala berhasil menjualkan unit properti Anda, dan sebagai acuannya merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-DAG/PER/7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti.

Merujuk pada Permendag tersebut, jika seorang agen properti berhasil melakukan transaksi jual beli maka, baginya komisi antara 2% sampai dengan 5% dari nilai transaksi, disesuaikan dengan lingkup jasa yang diberikan kepada pengguna jasa, dalam hal ini Anda selaku pemilik unit properti.  

Dimungkinkan, dalam perjanjian tersebut ada klausul yang mengatur tentang masa berlaku kesepakatan perjanjian kerja sama.

Selain itu, mungkin juga perlu diatur klausul mengenai jika dalam waktu 6 bulan sejak ditandatangani, maka sang agen menjadi pemasar tunggal, namun bila lewat dari 6 bulan sejak ditandatangani, maka pihak penjual selaku pemilik properti dimungkinkan untuk menggunakan jasa agen properti lainnya.

Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kompetisi diantara agen properti, sehingga peluang unit properti Anda terjual semakin besar, walaupun juga tidak selalu menjamin demikian.

Jangan Memberikan Dokumen Atau Sertipikat Asli

Hal yang wajib diingat yaitu menyangkut dokumen kepemilikan properti, apapun itu bentuknya.

Bisa jadi, karena Anda sudah merasa klop, sreg, lalu Anda mempercayai sepenuh hati Anda, hingga Anda menyerahkan dokumen asli kepemilikan properti, entah itu sertipikat tanah sebagai alas hak properti Anda, maupun dokumen vital lainnya yang masih terkait dengan bukti kepemilikan.

Hal tersebut, harus Anda antisipasi dan hindari, jangan sampai Anda seperti terjebak menyerahkan dokumen-dokumen tersebut kepada pihak lain, meskipun itu dilakukan atas dasar kepercayaan yang sudah Anda berikan kepada sang calon agen properti.

Jika Anda ingin memberikan dokumen-dokumen tersebut maka cukup sebatas fotokopi saja.

Baca juga: Beda Hak Guna Bangunan, Hak Milik, Dan Hak Guna Usaha

Penutup

Sebagai penutup artikel ini, harapannya tentu saja semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, khususnya yang saat ini secara kebetulan sedang mencari cara untuk menjual properti Anda.

Memilih cara menggunakan bantuan seorang agen properti merupakan langkah yang cukup bijak, sangat efisien dan efektif, terlebih jika Anda juga merupakan orang yang sibuk dalam pekerjaan sehari-hari.

Bayangkan jika itu dilakukan oleh Anda sendiri, bagaimana Anda mengatur waktunya, disatu sisi Anda sibuk dengan pekerjaan sementara calon pembeli sebenarnya ada waktu untuk bertemu dan melihat properti Anda, lalu bagaimana bila begitu sebaliknya.

Akhirnya, yang paling mungkin waktu untuk bertemu adalah di hari libur Sabtu atau Minggu, sementara waktu libur adalah hari Anda dan keluarga, siap-siap saja menerima keluhan dari anak-anak yang ingin menghabiskan waktu libur bersama.

Baca juga: Tips Saat Membeli Apartemen Untuk Investasi

Pengalaman saya menjual kendaraan, saya lakukan sendiri tanpa bantuan pihak lain, jelas dari sisi waktu tentu tidak banyak yang bisa dilakukan, karena hanya mengandalkan hari libur saja. Hari libur pun serasa terpenjara dirumah saat sudah memiliki janji bertemu. Ya bersyukurnya, proses tersebut selesai juga walaupun durasi dari saat mengiklankan hingga terjual cukup lama.

Nah, berbeda dengan saat membeli kendaraan, yang kebetulan bukan kendaraan baru, maka kali itu saya putuskan menggunakan jasa pihak ketiga, dan Alhamdulillah pada prosesnya sangat efektif dan efisien, walaupun mungkin dari sisi waktu tidak cepat juga berhubung mencari yang pas sesuai selera dan kondisi kendaraan tidaklah mudah.

Pengalaman tersebut menurut saya tidak berbeda jauh jika diterapkan saat menggunakan jasa pihak ketiga sebagai kepanjangan tangan kita dalam menjual ataupun membeli properti, apapun itu. Semata-mata demi efisiensi waktu dan biaya.

Salam Properti.[ppc]

Sumber gambar: Coleman Estates

Be Sociable, Share!

One thought on “Cara Memilih Agen Properti Paling Komprehensif”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.