Rahasia Komisi Agen Properti Yang Belum Diketahui Banyak Orang

komisi-untuk-broker-properti

Berapa sih komisi agen properti yang sah menurut regulasi di negara kita? Mungkin pertanyaan itu ada dalam benak Anda yang berkeinginan menapaki dunia agen properti dalam waktu dekat ini, sambil Anda mencari tahu potensinya.

Atau, mungkin saja pertanyaan itu diajukan oleh Anda yang saat ini ingin meminta bantuan agen properti untuk menjualkan rumah Anda, atau pada kondisi lain, Anda hanya ingin menyewakannya saja, namun Anda ragu karena tidak tahu hitung-hitungan komisi untuk agen properti.

Bila Anda benar-benar belum mengetahuinya, maka Anda telah menemukan artikel yang tepat yang akan memberitahukan Anda tentang berapa besaran fee untuk agen properti.

Ok, kita mulai bongkar satu persatu komisi yang perlu Anda ketahui untuk seorang broker properti, berapa besarannya dan untuk kegiatan apa seorang broker properti mendapatkan “bagiannya”.

Rahasia Komisi Bagi Agen Properti

Merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51 /M-DAG/PER/7/2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, berdasarkan Pasal 12 ayat (1), P4 berhak menerima imbal jasa berupa komisi dari pengguna jasa atas jasa yang diberikan melalui agennya.

komisi-untuk-broker-properti-menurut-regulasi-permendag

P4 yang dimaksud disini adalah Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, dimana agen properti atau broker properti bernaung didalamnya. Untuk dapat menjadi P4 ada prasyarat yang harus dipenuhi agar dapat beroperasi sebagai perusahaan perantara properti.

Jadi, ada 2 dari 5 kegiatan yang dilakukan oleh P4 yang bernilai komisi, dalam arti kata lain, ketentuan komisi sebagai imbal jasanya distandarkan oleh pemerintah, yaitu kegiatan jual beli properti, dan kegiatan sewa menyewa properti.

Tiga kegiatan P4 lainnya, yaitu jasa penelitian dan pengkajian properti, lalu jasa pemasaran properti, dan terakhir jasa konsultasi dan penyebaran informasi properti. Imbal jasa untuk ketiga kegiatan P4 ini tidak diatur secara eksplisit dalam Permendag tersebut, melainkan diserahkan sepenuhnya kepada para pihak, dan diikatkan dalam sebuah perjanjian tertulis.

Komisi Untuk Jual Beli Properti

Bila seorang agen properti berhasil menjualkan sebuah unit properti, maka berdasarkan regulasi Permendag RI Nomor 51 Tahun 2017 Pasal 12 ayat (2), fee untuk agen properti yang dapat diberikan yaitu, besarnya paling sedikit 2% dan paling banyak 5% dari nilai transaksi dan disesuaikan dengan lingkup jasa yang diberikan kepada pengguna jasa.

“Dalam hal P4 melaksanakan jasa jual beli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, P4 berhak menerima komisi yang besarnya paling sedikit 2% (dua persen) dan paling banyak 5% (lima persen) dari nilai transaksi dan disesuaikan dengan lingkup jasa yang diberikan kepada Pengguna Jasa.”


Pasal 12 ayat (2) Permendag RI No. 51 Tahun 2017

Besaran fee tersebut tentunya bersifat negosiasi, tergantung pada kesepakatan antara agen properti dengan pemilik properti yang dilakukan sebelum properti dipasarkan. Umumnya, semakin besar nilai jual properti, maka komisi untuk agen properti semakin kecil, dan begitu sebaliknya.

Sebagai ilustrasi saja, jika Anda sebagai seorang agen properti berhasil mentransaksikan sebuah rumah yang dijual dengan harga Rp 500 juta, maka fee yang dapat Anda diterima sebagai agen properti maksimal Rp 25 juta, atau 5% dari nilai transaksi.

Sementara, jika Anda adalah seorang pemilik rumah yang menginginkan dijual dengan harga Rp 5 miliar, maka saat hendak menggunakan jasa broker properti, Anda harus mempersiapkan sedikitnya Rp 100 juta, atau sekitar 2% dari nilai transaksi yang diperuntukkan sebagai imbal jasa atau komisi untuk broker properti.

Komisi Untuk Sewa Menyewa Properti

Lalu, bagaimana komisi agen properti untuk kegiatan sewa menyewa properti? Merujuk Permendag RI Nomor 51 Tahun 2017, pada Pasal 12 ayat (3), seorang agen properti yang berhasil mentransaksikan sewa menyewa properti berhak menerima paling sedikit 5% dan paling banyak 8% dari nilai transaksi.

“Dalam hal P4 melaksanakan jasa sewa-menyewa Properti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, P4 berhak menerima komisi dari Pengguna Jasa paling sedikit 5% (lima persen) dan paling banyak 8% (delapan persen) dari nilai transaksi.”


Pasal 12 ayat (3) Permendag RI No. 51 Tahun 2017

Sama dengan kegiatan jual beli properti, besaran fee untuk kegiatan sewa menyewa pun sama, yaitu bersifat negosiasi bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak, yakni antara pemilik properti dengan agen properti yang dilakukan sebelum properti dipasarkan.  

Dan, secara umum pun sama, semakin besar nilai transaksi sewa properti, maka fee yang dapat diterima oleh agen properti sebagai komisinya semakin kecil atau menggunakan yang paling sedikit, dan bila semakin rendah nilai transaksi sewa properti, maka perhitungannya menggunakan yang paling banyak.

Ilustasinya, jika sebuah properti, katakanlah rumah mewah dan luas yang berlokasi di daerah Pondok Indah, disewakan dengan harga Rp 200 juta per tahun, dan Anda selaku broker propertinya mendapatkan penyewa untuk masa 3 tahun, maka komisi yang berhak Anda terima yaitu Rp 200 juta x 3 tahun x 5%, menjadi senilai Rp 30 juta.

Ilustrasi lainnya, bila Anda pemilik sebuah ruko yang berada di lokasi yang strategis, dan hendak Anda sewakan senilai Rp 80 juta setahun, lalu agen properti yang Anda rekrut berhasil mendapatkan penyewa untuk masa 2 tahun, maka bersiap Anda memberikan komisi bagi sang agen sebesar Rp 12,8 juta. Hitungannya, Rp 80 juta x 2 tahun x 8%.

****

Penutup

Ketentuan tersebut tentunya berlaku sama bagi setiap Perusahaan Perantara Perdagangan Properti. Bila Anda bertanya, berapa komisi agen properti Ray White, berapa komisi agen properti ERA, maupun berapa komisi agen properti Century 21, maka merujuk pada ketentuan Permendag tersebut standarnya sama untuk tiap-tiap kegiatan.

Komisi untuk kegiatan jual beli properti yang antara 2% hingga 5% dari nilai transaksi, tentu menjadi sebuah nilai kompetisi yang diserahkan pada mekanisme pasar yang dilakukan antar agen properti. Begitupun untuk kegiatan sewa menyewa properti, yang komisinya antara 5% hingga 8% dari nilai transaksi.

Komisi Agen PropertiJual BeliSewa Menyewa
Paling Sedikit2% dari nilai transaksi5% dari nilai transaksi
Paling Banyak5% dari nilai transaksi8% dari nilai transaksi
Pengaturan Komisi Untuk Broker Properti Menurut Permendag RI No 51 Tahun 2017

Masing-masing P4, dalam hal ini para pelaku profesi agen properti, seperti Century 21, ERA, RayWhite, tentu saja harus bersaing secara sehat dengan gap prosentase yang ada dan membarternya dengan memberikan layanan yang komprehensif, dan memberikan differensiasi dibanding kompetitor.

Satu hal, potensi komisi yang didapat oleh agen properti, bukanlah mutlak milik sang agen properti, karena dirinya membawa bendera P4 maka sudah barang tentu akan ada pengaturan lebih lanjut mengenai pembagian komisi diatas yang dilakukan oleh P4 tempat dimana sang agen bernaung.[ppc]

Baca juga artikel lainnya di Profperti

Sumber gambar: Monest

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.